Senin, 04 November 2013

METODE DAKWAH WALISONGO



A.    Makna Wali
            Kata wali berasal dari Al Qur’an yang mempunyai arti, antaralain : penolong. Wali yang dijadikan sebutan para Guru besar dalam ajran islam berarti orang yang lebih berhak mengajarkan agma Islam. Walisongo dalah sekumpulan orang (semacam dewan dakwah) yang dianggap mempunyai hak untuk mengajrakan Islam kepada masyarakat Islam nusantara pada zamannya.

B.     Orientasi Dakwah Walisongo
            Pertimbangan orientasi kegiatan  dakwah diarahkan pada pusat-pusat kekuasaan politik yang sedang  Berjaya.  Pengembangan dan kegiatan dakwah para wali di Jawa Timur adalah melalui jalur perdagangan atau melalui sosial ekonomi , pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang rasional. Adapun di Jawa Tengah para wali dalam pennetuan wilayah kegiatan dakwahnya mengambil posisi di Demak, Kudus, dan Muria.

C.    Metode Dakwah Walisongo
1.      Maulana malik Ibrahim
      Strategi dakwah yang Ia pilih sebagai berikut :
·         Bergaul dengan para remaja.
·         Membuka pendidikan pesantren.
2.      Sunan Ampel
      Strategi yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Menyerukan perjuangan Malik Ibrahim.
·         Mendirikan masjid Ampel sebagai sarana ibadah bagi umat yang sudah memeluk agama Islam.
·         Menyiapkan kader0kader yang bisa diandalkan.
·         Mempererat hubungan dengan anak negeri (pribumi)
·         Memelopori pendirian mesjid Demak.
·         Mengutus beberapa orang kepercayaanya untuk berdakwah ke wilayah lain

3.      Sunan Bonang
      Strategi yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Peningkatan jumlah dan mutu kader dai.
·         Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat.
·         Berusaha mengurangi takhayaul.
·         Kodifikasi dakwah.

4.      Sunan Giri
      Strategi yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Membina kader dai inti.
·         Mengembangkan Islam keluar jawa.
·         Menyelenggarakan pendidikan bagi masayarakat luas.

5.      Sunan Drajat.
Strategi yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Mendirikan pusat-pusat atau pos-pos bantuan yang diatur sedemikian rupa.
·         Membuat kampong-kampung percontohan.

6.      Sunan Kalijaga
      Strategi yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Berdakwah lewat kesenian.
·         Mendirikan pusat pendidikan di kadilangu.

7.      Sunan Kudus.
      Strategi dakwah  yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Berdakwah lewat kesenian,
·         Mendirikan masjid Kudus.

8.      Sunan Muria
      Strategi dakwah  yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Berdakwah lewat kesenian.
·         Menjadikan daerah-daerah pegunungan sebagai pusat kegiatan dakwah.
9.      Sunan Gunung Djati
      Strategi dakwah  yang dilakukannya sebagai berikut :
·         Pembinaan intern kesultanan dan rakyat yang masuk wilayah Demak ditangani para wali senior.
Pembinaan di luar daerah diserahkan kepada para pemuda

1 komentar: